
Kediri, Radar Independen – Pemerintah Kota Kediri menggelar Upacara Tradisi Manusuk Sima dan penyaluran Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) Anak Yatim DBHCHT 2006, Dalam rangka hari jadi Kota Kediri ke-1147,yang di adakan pelataran Kuwak taman Tirtoyoso Kota Kediri 27/7/20276 Pk.09.00 wib. Dihadiri Walikota dan Wawali Kediri, serta seluruh jajaran forkopimda, PJ Sekda, jajaran OPD, direktur RS, Instansi dan lintas sektoral, Camat serta Lurah.
Dalam Upacara adat menusuk sima ini yang merupakan tradisi tahunan untuk mengenang sejarah dan budaya berdirinya Kediri, yang didasarkan pada peristiwa penetapan Dusun Kwak sebagai tanah perdikan (sima) lewat Prasasti Kwak pada 27 Juli 879 Masehi yang mencatat pemberian anugerah tanah oleh Kerajaan Mataram Kuno.
• Prasasti yang berupa Lempengan tembaga berukuran sekitar 35,7 cm x 32,8 cm tersebut mengatur tentang Status • Tanah Perdikan : Membahas pembebasan tanah tegalan di wilayah Kwak agar statusnya berubah menjadi tanah perdikan (bebas pajak).
• Aktivitas Pertanian: Menyebutkan jenis lahan pertanian serta sarana pendukung produksi agraris seperti sawah dan alat-alat penunjang pertanian masa itu.
• Struktur Wilayah: Mencatat hubungan administratif antara tingkat desa (wanua) Kwak dengan wilayah pengawasan yang lebih tinggi (watak) di bawah pejabat tinggi kerajaan bernama Rakarayan i Wka Pu Catura.

Acara menusuk sima ini diawali dan diiringi oleh pagelaran seni tari dan pengrawit dari anak didik SMPN 6 Kota Kediri, dan Upacara adat menusuk sima ini yang di pimpin Bopo Subagyo juga menceritakan sisiliah serta proses terjadinya prasasti Kwak oleh kerajaan matararam Kuno pada massa kerajaan Sri Maharaja Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.
Dalam tradisi upacara menusuk sima ini Mbak Vinanda Prameswati Walikota Kediri dalam sambutan pembukaannya mengajak masyarakat untuk gotong royong membangun Kota Kediri lebih MAPAN. “mari kemajuan kesejahteraan tidak sajatugak Pemkot kediri, melalui lintas Generasi yang inovatif, produktif, mari kita bangun Kota Kediri yang sarat akan sejarah dan budaya menjadi lebih maju lg, ” pungkasnya.
Sementara, perwakilan Kementrian Kebudayaan RI, Agus widiatmoko M, hum, dalam sambutannya mengicapkan selamat Hari Jadi Kota Kediri 1147. “saya sangat takjub dengan Kota Kediri yg memaknainya sebagai Kota yang tertua. dalam konteks modern, merupakan living museum lengkap dengan prasastinya, ” jelasnya.
Sebagai bentuk rasa syukur, doa dan memohon keselamatan serta berkah bagi masyarakat, pada gelaran Upacara Tradisi manusuk sima kali ini dibarengi dengan penyerahan santunan bantuan langsung tunai (BLT) kepada 1407 anak yatim se Kota Kediri. maaing – masing anak mendapatkan uang tunai sebesar 600.000 dan bingkisan.
Imam Muttakin, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri mengatakan hari jadi Kota Kediri ini merupakan momentum yang tepat dan Pemkot Kediri ingin anak -anak yatim bisa ikut menikmati indahnya hari jadi.sebagai bentuk rasa syukur,doa dan memohon keselamatan serta berkah bagi masyarakat Kota Kediri,pada gelaran Upacara Tradisi manusuk Sima kali ini bersamaan penyerahan bantuan langsung tunai ( BLT ) Kepada 1407 anak yatim SE kota Kediri,mendapat bingkisan serta masing masing anak mendapat uang tunai sebesar 600 ribu rupiah,dan anggaran penerima santunan bantuan langsung tunai ( BLT ) ini melalui sumber dana DBHCHT 2026 terdiri dari Desil 1-5 dan Maksimalkan usia 18 tahun,pungkasnya
”hari ini yang bertepatan dengan tanggal hari jadi Kota Kediri merupakan momentum yang tepat untuk berbagi. Harapan saya anak yatim bisa ikut menikmati indahnya Hari Jadi Kota Kediri ke – 1147. semoga membawa manfaat dan barokah, aamiin, ” ucapnya. (Ard)
