50 Barista UMKM Kediri Ikuti Bimtek, Dapat Pelatihan dan Peralatan Produksi untuk Tingkatkan Daya Saing

Bagikan

Narasumber dari Kopi DR. Soetomo Nganjuk saat memberikan paparan materi, Joko Sukarno

Kediri, Radar Independen – Penguatan kapasitas pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga perlu didukung sarana produksi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Langkah tersebut diwujudkan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Produk bagi UKM di Kota Kediri, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Klinik UMKM Dinas Koperasi Kota Kediri ini diikuti 50 pelaku UMKM bidang usaha kopi dan barista. Peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk mendapatkan pelatihan sekaligus dukungan peralatan produksi yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

Bimtek tersebut merupakan tindak lanjut atas usulan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri yang telah diajukan pada 2025 dan direalisasikan oleh Dinas Koperasi Provinsi Jawa Timur pada 2026.

Ketua Tim Kerja Pengembangan Usaha, Bidang Produksi dan Registrasi Usaha Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur, Awid Setiawan, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM, melalui kombinasi peningkatan keterampilan dan bantuan peralatan produksi.

Menurutnya, usulan dari Pemerintah Kota Kediri memang mencakup pelatihan barista beserta dukungan peralatan yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan usaha peserta.

“Peralatan yang diberikan ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menunjang usaha masing-masing. Kami juga sudah menjelaskan kepada peserta bahwa peralatan tersebut bukan untuk diperjualbelikan, melainkan digunakan sebagaimana peruntukannya,” jelas Awid.

Ia menambahkan, pelatihan barista diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengolah dan menyajikan produk kopi secara lebih baik, sehingga kedai kopi maupun warung kopi yang mereka kelola dapat berkembang dan meningkatkan pendapatan usaha.

Terlebih, perkembangan usaha kafe dan kedai kopi saat ini semakin kompetitif. Karena itu, pelaku UMKM perlu memiliki keterampilan, kreativitas, serta kualitas penyajian produk agar mampu memberikan nilai tambah dan menarik minat konsumen.

Peserta pelatihan mengikuti kegiatan praktik meracik kopi didampingi narasumber dan bapak Awid Setiawan

Awid juga mendorong para peserta untuk membangun persaingan usaha yang sehat. Dengan jumlah peserta mencapai 50 orang, ia berharap tumbuh semakin banyak pelaku usaha kopi yang berkembang tanpa harus saling menjatuhkan.

“Harapannya, teman-teman barista dan pelaku usaha kopi di Kota Kediri bisa semakin maju. Persaingan harus dilakukan secara sehat, bukan saling bermusuhan. Melalui pelatihan dan peralatan ini, kami ingin usaha mereka semakin berkembang, pendapatan meningkat, dan UMKM bisa naik kelas,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat ekosistem UMKM, khususnya sektor usaha kopi di Kota Kediri.

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, dukungan keterampilan dan sarana produksi ini diharapkan menjadi modal bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas peluang pasar, serta membangun usaha yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing. (Ard)


Bagikan