
Kediri, Radar Independen – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri menggelar pelatihan berbasis kompetensi yaitu Kejuruan Pemeliharaan Kendaraan Ringan Sistem Injeksi.
Pelatihan ini diberikan untuk mencetak mekanik profesional. Pelatihan ini mengajarkan keterampilan perawatan dan perbaikan mesin injeksi menggunakan peralatan diagnostik modern.
Kegiatan pelatihan Unit Pelayanan Terpadu Balai Latihan Kerja Kediri berlangsung di kantor BLK Kediri Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri, Kamis (2/7/2026). Pelatihan dimulai tanggal 8 Juni hingga 30 Juli 2026 sekitar 300 Jam Pelajaran.
Nur Basthomi Arifin selaku Instruktur Kendaraan Ringan BLK Kediri menyampaikan disini programnya pemeliharaan kendaraan ringan sistem injeksi ada 8 uji kompetensi termasuk Keselamatan Kesehatan Kerja (K3), dasar-dasar mesin, diajarkan diagnosa keruskaan kendaraan, diagnosa manual dan diagnosa menggunakan alat moderen (scanner).
“Pelatihan di BLK Kediri ini sudah include dengan uji kompetensi setelah peserta kita gembleng kurang lebih 300 JP. Tapi tetap fokusnya pada pemeliharaan sistem injeksi,” ujarnya.
Menurut Basthomi untuk peserta selama mengikuti pelatihan mendapatkan seragam, tas, alat tulis dan makan gratis tanpa dipungut biaya.
“Nanti, diakhir pelatihan ada ujian internal dari BLK Kediri dan uji kompetensi dari LSP merupakan kepanjangan tangan dari BNSP, nanti kalau lulus mendapatkan dua sertifikat dari BLK dan BNSP,’ ujarnya.
Basthomi berharap para peserta setelah lulus dari sini mendapatkan ketrampilan dan sertifikat yang dimilki mampu dan mandiri.
“Dengan keahlian yang didapat peserta bisa melamar pekerjaan sebagai mekanik di bengkel resmi atau berwirausaha,” ungkapnya.

Salah satu peserta Yayan Bagus Wijaya (33) asal Desa Cerme Kecamatan Grogol menuturkan yang sebelum ikut pelatihan di BLK Kediri menekuni kendaraan ringan ini. Saya dulu pernah magang di Jepang selam tiga tahun di bidang kaki kaki truck.
“Untuk bagian mesin belum pernah pegang sama sekali. Kebetulan ada pelatihan mesin injeksi di BLK Kediri. Sehingga saya ikut pelatihan disini. Setelah mendapatkan ketrampilan dan sertifikat di BLK Kediri rencana mau berangkat ke Jepang di bidang otomotif,” ungkap Yayan.
Hal yang sama diungkapkan Alvito Denova Atala asal Desa Gedangsewu Kecamatan Pare yang mendorong ikut pelatihan kendaraan ringan di BLK Kediri. Sebelumnya pernah bekerja sebagai guru bahasa jepang di kampung inggris.
Saya memiliki keinginan untuk mengangkat derajat keluarga, meningkatkan ekonomi keluarga dan mencari uang serta mencari pengalaman yang lebih banyak. “Setelah ikut pelatihan di BLK Kediri akan berangkat dan bekerja ke Jepang. Harapannya setelah bekerja di Jepang pulang ke Indonesia ingin membuka bengkel sendiri,” harapnya. (adv)
