
Kediri, Radar Independen – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur melalui UPT BLK Kediri Jalan Pare Wates KM 1,5, Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, Kab Kediri melaksanakan program pelatihan pembuatan roti dan kue bertempat di Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Kamis (5/11/2026).
Pelatihan pembuatan roti dan kue diikuti sebanyak 16 peserta. Pelatihan dimulai 26 Oktober hingga 14 November 2026 selama 18 hari. Materi pelatihan yang diberikan mulai teori aneka resep roti dan kue serta praktek.
Pelatihan ini tujuannya untuk memberikan keterampilan praktis dan mendorong kemandirian ekonomi serta usaha rumahan warga.
Materi yang diajarkan mulai teknik dasar pengolahan adonan, penggunaan alat, hingga praktik pembuatan berbagai resep roti dan jajanan pasar.
Chandra Maysasri Trissanthi selaku Instruktur Pelatihan Buat Roti dan Kue dari BLK Kediri menyampaikan, pelatihan hari ini materi praktek roti manis burger dan kue tok. Selanjutnya, beberapa resep meliputi roti, kue, pastry dan jajanan pasar.
“Sejauh ini kendala yang dialami peserta. Menurutnya tidak ada kendala selama pelatihan, tapi ketika peserta mau bikin roti di rumah mungkin beberapa peserta belum mempunyai alatnya, ” ucap Chandra.

Lanjut Chandra selama pelatihan peserta mendapatkan fasilitas berapa bahan-bahan dan alat praktek disiapkan pihak BLK Kediri tanpa dipungut biaya alias Gratis.
“Selanjutnya, peserta setelah mendapatkan keterampilan dan dinyatakan lolos uji kompetensi bisa membawa pulang sertifikat dari BLK dan BNSP, ” ucapnya.
Chandra berharap kedepannya dari beberapa peserta yang sudah memiliki usaha bisa mengembangkan variasi jualannya. Ketika nanti ada acara di rumah bisa memproduksi roti dan kue sendiri.
“Bagi peserta muda yang sudah memiliki bekal ketrampilan bisa masuk dunia usaha bekerja di bidang bakery, ” harapnya.
Sementara, salah satu peserta Dewi Fatmawati (46) Dusun Sariwangi Desa Tegowangi mengatakan, yang menjadi motivasi ikut pelatihan pembuatan roti dan kue ingin belajar. Setelah mendapatkan ilmunya akan ada peluang usaha yang bisa dikerjakan.
“Harapannya setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus yang pasti merasa senang dengan ketrampilan ini kedepannya bisa membantu ekonomi keluarga,” ungkapnya. (Red)

