BLK Kediri Gelar Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di Kelurahan Ngronggo Tahun 2026

Bagikan

Foto bersama Instruktur dan Peserta Pelatihan Kejuruan Pembuatan Roti dan Kue

Kediri, Radar Independen – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur melalui UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri kembali membuka program Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahun Anggaran 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat Kota Kediri untuk meningkatkan keterampilan di berbagai bidang pembuatan roti dan kue. 

Pelatihan pembuatan roti dan kue kali ini dipusatkan di Kelurahan Ngronggo Kecamatan Kota, Kota Kediri yang diikuti sebanyak 16 peserta dari warga Kota Kediri. Pelatihan dimulai 27 Oktober hingga 14 November 2026.

Program Pelatihan Berbasis Kompetensi khususnya Pembuatan Roti dan Kue ini diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan para peserta dapat menerapkan di dunia kerja atau bisa membuka usaha sendiri. 

M. Khoirul Anwar selaku Instruktur BLK Kediri menyampaikan, pelatihan pembuatan roti dan kue materi yang diberikan teori dan praktek. Untuk materi teori sendiri ada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), materi perhitungan harga dan Higiene, Sanitasi, dan Keamanan Pangan (GMP). 

“Sedangkan, materi praktek aneka kue basah dan kering. Praktek hari ini membuat roti boy dan roti tok.  Sebelumnya, sudah membuat pizza dan sus, ” ucap Aril sapaan akrab Khoirul Anwar. 

Menurut Aril selama pelatihan ada beberapa kendala yang dialami para peserta, karena masih belum mengenal dan memahami cara mengoperasikan alat-alat produksi yang disiapkan pihak BLK Kediri. 

“Namun, pihaknya tetap berupaya memberikan pemahaman cara pengoperasian sesuai SOP kepada peserta,” ucapnya. 

Lanjut Aril bahwa selama pelatihan ini sarana dan prasarana sudah disiapkan oleh BLK Kediri untuk peserta tidak dipungut biaya alias GRATIS. “Selanjutnya, setelah pelatihan selesai akan dilaksanakan uji kompetensi oleh pihak LSP dan peserta yang ikut uji kompetensi jika dinyatakan lolos akan mendapatkan dua sertifikat dari BLK dan BNSP, ” ujarnya. 

Aril juga sangat berharap setelah mendapatkan pelatihan dari sini para peserta bisa menerapkan ilmunya yang didapatkan dari BLK Kediri. “Dengan skill yang didapat selama pelatihan bisa dijadikan sumber pendapatan bagi keluarga, ” harapnya. 

M. Khoirul Anwar, Instruktur Pelatihan UPT BLK Kediri saat Mempraktikkan Pembuatan Roti dan Kue bersama peserta

Sementara salah satu peserta bernama Sri Kustiyah (60) warga Mrican Kecamtan Mojoroto Kota Kediri mengatakan, yang mendorong ikut pelatihan pembuatan roti dan kue ingin mendapatkan ketrampilan cara membuat kue dan bisa membuka usaha sendiri. 

“Selain itu, dengan kegiatan pelatihan membuat roti dan kue ini bisa memperkuat tali silaturahmi dan menambah penghasilan keluarga dengan wirausaha khususnya menjual roti dan kue,” ungkapnya. (Red)


Bagikan