
Kediri, Radar Independen – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Timur melalui UPT Balai Lalihan Kerja (BLK) Kediri menggelar Pelatihan Kejuruan Pembuatan Roti dan Kue Angkatan I Tahun 2026 yang diikuti 16 peserta warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri.
Kegiatan pelatihan pembuatan roti dan kue ini dilakukan di gedung Aula Balai Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri selama 18 hari kedepan. Peserta pelatihan tidak dipungut biaya atau gratis dan mendapatkan fasilitas kelengkapan sarana dan prasarana dari Disnakertrans Prov Jatim.
“Tujuan kegiatan ini adalah mendorong peserta bisa menjadi wirausaha baru dan bisa membantu perekonomian keluarga sekaligus meningkatkan perekonomian warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri,” ucap Chandra Maysasri Trissanthi selaku Instruktur Pelatihan Buat Roti dan Kue dari BLK Kediri, Selasa (3/3/2026).
Chandra sapaan akrabnya menyampaikan pelatihan mobile training unit (MTU) di Desa Gadungan ini tidak ada softskill, kalau di BLK Kediri ada softskill.
“Namun kalau untuk uji kompetensi tetap sesuai program dan pelatihan di Desa Gadungan sendiri juga dilakukan uji kompetensi di BLK Kediri kerjasama dengan LSP dan BNSP,” ujar Chandra.
Ia juga menuturkan beberapa materi dan pelatihan yang diberikan seputar membuat roti, bolu, pastry, kue kering dan jajanan pasar. Ada sedikit kendala pelatihan MTU, seperti, peralatan tidak sebanyak yang ada di BLK Kediri. Karena ada beberapa peralatan yang tidak mungkin bisa dibawa di sini.
“Sedangkan, untuk pelatihan sendiri yang dimulai 24 Februari hingga usai lebaran nanti. Pelatihan sendiri 140 JP atau selama 18 hari kedepan dilaksanakan di Aula Balai Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan dari beberapa peserta di Desa Gadungan ini sudah buka usaha. Harapannya mereka setelah mendapatkan pelatihan variasi produk lebih banyak.
“Sedangkan, untuk peserta yang lain bisa membuka usaha baru. Karena ada beberapa peserta kebanyakan yang sudah buka usaha bukan ingin bekerja di bakery,” ungkap Chandra.

Salah satu peserta pelatihan Nabila Nuraini (26) asal Dusun Tondomulyo Desa Gadungan Kecamatan Puncu. Ia mengaku mengikuti pelatihan kejuaran pembuatan roti dan kue mulai 23 Februari 2026 masih awal pembukaan. Mulai awal pelatihan dimulai tanggal 24 Februari 2026.
Menurut Nabila selama beberapa hari pelatihan sudah banyak yang dipelajari yang direncanakan pelatihan akan dilakukan selama 18 hari kedepan.
“Untuk hari beberapa hari ini sudah diberi materi dan membuat roti manis, cookies, donat kentang, floss rool, kue tok dan roti bluder (khas Madiun). Kemarin, kita juga belajar lagi buat roti manis untuk persiapan ujian,” ujar Nabila.
Dijelaskan Nabila dalam satu hari pelatihan sudah bisa mempelajari minimal dua resep. Beda lagi, kalau membuat roti bluder agak lama dalam 1 hari hanya buat roti bluder saja.
Selain mendapatkan skill dari sini banyak hal yang didapat. Seperti, teknik backing, teman baru untuk komunikasi dan banyak pelajaran yang bisa di pelajari di tempat pelatihan ini.
Usai mendapatkan pelatihan ini. Nabila menambahkan setelah mendapat pelatihan dari sini, akan meningkatkan skill lagi.
“Kalau mau buka usaha masih belum, karena banyak yang harus disiapkan oven besar untuk membuka usaha,” ungkapnya. (Adv)
