
Jombang, Radar Independen – Pers memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah kabupaten dan masyarakat, terutama dalam menyampaikan kebijakan publik, aspirasi warga, serta mengawal jalannya pembangunan agar tetap transparan dan akuntabel. Peran inilah yang kembali ditegaskan dalam puncak memperingati Hari Pers Nasional ke-80 yang digelar oleh Pengurus Daerah MIO (Media Independen Online) Kabupaten Jombang, Selasa (10/2/2026)
Ketua MIO Indonesia PD Jombang, Totok Agus Harianto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pers memiliki posisi strategis sebagai pilar keempat demokrasi. Ia menyampaikan bahwa insan pers memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas sosial melalui pemberitaan yang berimbang, akurat, dan bertanggung jawab.
Mengusung tema HPN ke-80, “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat,” Totok menyebut tema tersebut sebagai refleksi tanggung jawab besar media dalam mendukung ketahanan nasional.
“Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga memiliki fungsi kontrol sosial dan menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Di usia ke-80 ini, kami berharap wartawan, khususnya yang tergabung dalam MIO Jombang, semakin profesional dan menjunjung tinggi etika jurnalistik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya solidaritas lintas media. Menurutnya, tidak ada sekat antarorganisasi atau platform, karena tujuan utama insan pers adalah menyampaikan informasi yang bermanfaat dan terpercaya kepada masyarakat.
“Dalam konteks ini, pemerintah dituntut tidak hanya hadir, tetapi juga mampu menavigasi secara cerdas di tengah ekosistem media yang kompleks. Strategi komunikasi publik harus dibangun dengan prinsip keterbukaan, kejujuran, kecepatan, serta kolaborasi yang sehat dengan insan pers,” tegas Totok
Perayaan ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang pers Indonesia. Potongan tumpeng secara simbolis diserahkan kepada perwakilan tamu undangan Forkopimda, Forkopimcam, Perwakilan dari Polres Jombang dan Perwakilan dari KODIM 0814 Jombang, disambut tepuk tangan meriah para wartawan yang hadir.
Selain menjadi ajang refleksi, kegiatan ini juga dimaknai sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara media, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum, terutama dalam menghadirkan pemberitaan yang edukatif dan menangkal penyebaran hoaks.
Pers yang sehat bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga keberlanjutan dan integritas. Tanpa media yang kuat secara ekonomi dan profesional, sulit mengharapkan kontrol publik berjalan optimal. HPN 2026 mengingatkan bahwa perjalanan menuju bangsa kuat tidak bisa dilepaskan dari kesehatan ekosistem pers. Tegas Totok
Pada momentum tersebut, Totok juga memohon doa restu agar MIO Jombang tetap lestari dan terus mampu berkontribusi secara positif bagi Pemerintah Kabupaten Jombang serta masyarakat luas. Ia menegaskan bahwa keberadaan MIO Jombang ini diharapkan terus menjadi bagian dari upaya membangun daerah yang lebih baik melalui informasi yang bertanggung jawab Acara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur, sekaligus harapan agar pers Indonesia semakin maju, independen, dan terus dipercaya publik dalam menjalankan fungsinya sebagai penjaga demokrasi. (Adv)

