PKK Kecamatan Kemlagi Gelar Edukasi Pencegahan Kekerasan dan Bullying pada Anak

Bagikan

Direktur Lembaga Perlindungan dan Pendampingan Anak (LPPA) Bina Annisa, Anam Anis, S.H., menyampaikan pentingnya memahami tiga fase utama dalam kehidupan, yaitu kelahiran, perkawinan dan kematian

Mojokerto, Radar Independen – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua mengenai kekerasan dan bullying terhadap anak, ibu-ibu anggota PKK Kecamatan Kemlagi menghadiri sosialisasi untuk memperkuat peran keluarga dalam perlindungan anak, Senin (11/11).

Direktur Lembaga Perlindungan dan Pendampingan Anak (LPPA) Bina Annisa, Anam Anis, S.H., menyampaikan pentingnya memahami tiga fase utama dalam kehidupan, yaitu kelahiran, perkawinan, dan kematian. Menurut Anis, setiap anak yang lahir memerlukan status hukum yang sah. “Anak di bawah usia 12 tahun sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua, sedangkan anak berusia 12 tahun ke atas mulai bertanggung jawab atas tindakannya sendiri,” tegasnya. Ia juga mengingatkan pentingnya memiliki akta kematian untuk kepentingan hukum terkait pewarisan.

Advokat LPPA Bina Annisa, Sugiantono, S.H., M.H., dalam pemaparannya menjelaskan berbagai bentuk kekerasan dan bullying yang dapat dialami anak, mulai dari kekerasan verbal, fisik, relasional, hingga elektronik. Menurutnya, bullying berdampak serius, mulai dari penurunan prestasi akademik hingga gangguan kesehatan mental dan risiko cedera fisik,” tambahnya. 

Advokat LPPA Bina Annisa, Sugiantono, S.H.,M.H., dalam pemaparannya menjelaskan bullying berdampak serius, mulai dari penurunan prestasi akademik hingga gangguan kesehatan mental dan risiko cedera fisik

Sosialisasi ini juga menyoroti aspek hukum bagi pelaku kekerasan terhadap anak, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yang mengatur sanksi pidana bagi kekerasan terhadap anak, termasuk bila korban mengalami luka berat atau meninggal dunia.

Dengan adanya kegiatan ini, para orang tua, khususnya anggota PKK, diharapkan lebih waspada dan mampu mengenali tanda-tanda kekerasan dan bullying pada anak. Para peserta juga berkomitmen untuk terus mendampingi dan mendukung anak-anak dalam lingkungan yang aman dan sehat. (DV)


Bagikan