
Mojokerto, Radar Independen – Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) menggelar sosialisasi pasar modern untuk ketiga kalinya di Pasar Semeru, Kota Mojokerto, pada Sabtu (09/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pedagang tentang cara mengelola stand dan meningkatkan kualitas pelayanan di pasar yang lebih modern dan bersih, serta mendukung pedagang tradisional agar dapat bersaing dengan pusat perbelanjaan modern yang semakin berkembang.
Sosialisasi ini dihadiri oleh puluhan perwakilan UMKM, PKL, dan pedagang pasar dari berbagai wilayah di Mojokerto. Selain itu, hadir juga humas Kominfo Kabupaten Mojokerto dan beberapa awak media yang turut menyaksikan acara yang berlangsung penuh antusias tersebut.
Dalam kesempatan ini, DPD IKAPPI Mojokerto Raya memberikan apresiasi khusus kepada para calon pedagang Pasar Semeru yang mendaftar pada momen Hari Pahlawan, yang diperingati setiap 10 November dengan tema Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu. IKAPPI memberikan voucher hiburan senilai Rp100.000 untuk 10 pendaftar pertama yang langsung melakukan booking stand. Voucher ini dapat digunakan untuk menonton di CGV atau bermain di Amazone Sunrise Mall, memberikan pedagang kesempatan untuk menikmati hiburan sebagai bentuk apresiasi atas semangat Hari Pahlawan.
Ketua DPW IKAPPI Jawa Timur, Agus Susilo, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya pembaruan konsep pasar modern untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan bagi pedagang serta pembeli. Agus berharap pasar modern seperti Pasar Semeru dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan pedagang tradisional. Selain itu, IKAPPI juga berencana meluncurkan aplikasi digitalisasi pasar untuk mempermudah pengelolaan pasar dan meningkatkan efisiensi.

Selama acara, tim marketing memaparkan manfaat dan cara pengelolaan pasar modern melalui sesi roadshow yang dipandu oleh Alfin Adam, sementara Abdul Rohman, penanggung jawab Pasar Semeru, menyampaikan informasi terkait fasilitas dan peluang yang tersedia bagi pedagang di pasar tersebut.
BPJS Ketenagakerjaan juga hadir dalam kegiatan ini untuk mengingatkan pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pedagang, sementara BTN mengumumkan bahwa debitur dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan hingga Rp500 juta untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
“Antusiasme para pedagang terlihat sangat tinggi, terbukti dengan banyaknya pendaftar yang langsung melakukan booking stand. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam memajukan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan pedagang, serta menciptakan pasar yang lebih modern, aman, dan produktif,” tutup Agus. (DV)
