Penyandang Disabilitas Asal Kepung Ikuti Pelatihan Pembuatan Roti dan Kue di BLK Kediri

Bagikan

Foto bersama instruktur dan peserta pelatihan kejuruan Pembuatan Roti dan Kue

Kediri, Radar Independen – UPT BLK Kediri Jalan Pare Wates KM 1,5, Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, Kab Kediri melaksanakan program pelatihan Pembuatan Roti dan Kue.

Berlangsung di Kantor UPT Balai Latihan Kerja Kediri Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri, Kamis (14/8/2025). Diikuti sebanyak 16 peserta mulai tanggal 14 Juli sampai 8 Agustus 2025 selama 140 jam pelatihan.

Chandra Maysasri Trissanthi selaku Instruktur Pelatihan Buat Roti dan Kue dari BLK Kediri  mengatakan bahwa materinya ada 5 unit kompetensi yang harus dicapai diantaranya K3, sanitasi, bagaimana memproduksi yang baik disebut dengan GMP, proses permentasi  dan pemanggangan, terakhir proses produksi.

“Kalau untuk prakteknya peserta dapat 20 resep. Meliputi, prosesnya roti, puff pastry, cake cookies dan jajan pasar juga,” ucap Chandra.

Dilanjutkan peserta sudah ikut uji kompetensi. Dikatakan Chandra Alhamdulillah seluruh peserta sebanyak 16 dinyatakan kompeten dari LSP Wonojati Singosari Malang.

“Menariknya di angkatan tahun ini ada salah satu peserta penyandang disabilitas (tuna rungu) atas nama Monica ini anaknya aktif dan uji kompetensi juga lulus,” ucap Chandra.

Dituturkan Chandra bahwa Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas, serta memberikan mereka kesempatan untuk berwirausaha di bidang kuliner, khususnya pembuatan roti dan kue. 

Kebetulan Monica (20) asal Siman Kepung hanya ada kendala di komunikasi, tapi teman-teman lain juga belajar bahasa isyarat agar komunikasi lancar.

Monica sendiri sebelumnya sudah jualan dan COD bareng temannya. Dia memang tertarik di dunai roti dan kue. BLK Kediri di Kejuruan Pembuatan Roti dan Kue baru kali ini ada peserta disabilitas. Kalau Kejuruan lain sudah ada peserta disabilitas. Seperti, Desain Grafis dan Bangunan.

Usai seluruh peserta mendapatkan pelatihan dari BLK Kediri. Chandra berharap yang fokus buka usaha bisa lancar kedepannya. Kalau ada kendala bisa segera diatasi bisa dapat jalan keluarnya.

“Kalau teman lain yang ingin kerja di Bakery. Semoga segera mendapatkan tempat Bakery yang mereka inginkan,” harapnya.

Antusias peserta pelatihan kejuruan Pembuatan Roti dan Kue melaksanakan kegiatan praktek

Salah satu peserta Rizka Fauzia Ohorella asal Desa Kandangan Kab Kediri menyampaikan yang mendorong tertarik ikut pelatihan roti dan kue di BLK Kediri, sebelumnya sudah bekerja di pabrik sudah mundur. 

“Trus ingin mencoba usaha kue sudah satu tahun terakahir belajarnya otodidak. Saya pingin ada gurunya. Kebetulan ada pendaftaran di BLK Kediri pelatihan roti dan kue. Jadi saya ikutan pelatihan disini,” ucap Rizka.

Lanjut Rizka hasil yang didapatkan dari BLK Kediri banyak banget. Yang tadinya bikin roti gak kembang, gak tahu alasannya. Sekarang ini jadi bisa. Pernah bikin sus gagal, sekarang sudah bisa diajari Bu Chandra.

“Rencana setelah pelatihan ini meneruskan usahanya namanya Orifa Kuki di rumah lebih fokus online. Alhamdulillah sudah terdaftar NIB dan Halal,” ujar Lulusan S1 Universitas Brawijaya jurusan Kimia.

Ia menambahkan ikut pelatihan disini banyak sekali yang didapat mulai materi teori 20 resep. Selain itu, untuk prakteknya buat sus, kroket, roti manis dan puff pastry. (Adv)


Bagikan