
Kediri, Radar Independen – Kali ini tahun kedua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Disnaker Kab Kediri kembali dipercaya oleh Kementerian Tenaga Kerja untuk bisa menyelenggarakan seleksi pelaksanaan pemagangan ke Jepang berlangsung di Gedung Bagawanta Bhari Paron Ngasem Kab Kediri, Senen (24/8/2026).
Program ini merupakan salah satu upaya strategis memberikan peluang kepada generasi muda di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Kediri untuk melatih skill dan pengalaman magang ke Jepang.
Bupati Kediri Hanidhito Himawan Pramana melalui Sony Subroto Asisten II Pemkab Kediri dalam sambutannya menyampaikan, dengan program magang ke Jepang ini, para peserta yang lolos nanti mendapatkan pengalaman yang terbaik untuk bisa belajar dan bekerja serta mendapatkan penghasilan selama di Jepang.
“Para peserta bisa memanfaatkan peluang ini untuk belajar dan bekerja ke Jepang dan bisa mendapatkan ilmu dari Jepang bisa direalisasikan setelah kembali ke Indonesia,” ucap Sony.
Lanjut Sony dalam rangka pembukaan seleksi magang ke Jepang tahun 2026. Sebagai upaya pengentasan angka pengangguran menjadi prioritas utama untuk membuka lapangan kerja dengan langkah starigis program magang ke Jepang.
“Program ini berkat kerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Dinas Tenaga Kerja Jatim serta IM Japan guna menekan angka pengangguran dan meningkatkan ketrampilan dan berdaya saing global. Pengalaman selama magang di Jepang bisa menjadi modal usaha saat kembali ke tanah air dan bisa meningkatkan ekonomi warga Kabupaten Kediri,” ucap Sony.
Pemkab Kediri menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung demi kelancaran dan kesuksesan berjalannya program magang ke Jepang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri Ibnu Imad mengatakan, Pemkab Kediri kembali melaksanakan seleksi pemagangan ke Jepang di Kabupaten Kediri yang merupakan tahun kedua, kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja dan IM Japan.
“Tahun ini, proses pendaftaran seleksi magang ke Jepang melalui online dan internal, setelah dilakukan registrasi ada 299 peserta,” ucapnya.
Lanjut Ibnu bahwa dengan program ini tujuannya memberikan alternatif bagi generasi muda untuk meningkatkan kompetensi, softskill dan proses pelatihan dan magang di Jepang, yang lolos akan dikontrak selama 3 tahun.
“Setelah nanti pulang dari Jepang mereka akan mendapatkan banyak pengalaman kerja dengan skill yang dimiliki bisa digunakan terjun dunia kerja maupun usaha mandiri,” ujar Ibnu.

Dijelaskan Ibnu untuk proses perekrutan sendiri dengan sistim gugur dengan tes matematika dasar di Bagawanta, disusul tes fisik di BLK Bogo dan tes wawancara. Setelah peserta lolos dilanjutkan tes tahap berikutnya pelatda 1 dan mengikuti pelatnas.
“Selanjutnya setelah beberapa tahapan tes dinyatakan lolos di awal dan wawancara akan dilanjutkan tes Medical Check Up,” ujarnya.
Ibnu juga menambahkan angka pengangguran di Kabupaten Kediri tahun 2025, trendnya menurun dibanding tahun lalu. Dilihat dari prosentase angka 4,7 persen yang sebelumnya tahun 2024 di angka 5,1 persen. Untuk tahun ini TPT daerah berdasarkan survey angkatan kerja yang masih proses di BPS.
“Kami berharap dengan program ini bagi generasi muda yang lolos dan mendapatkan peluang magang ke Jepang bisa mendapatkan softskill dan hardskill serta pengalaman. Setelah kembali di Indonesia bisa berkarya dan wirausaha mandiri,” ungkapnya.
Hadir dalam kegiatan ini, M.Ardiansyah Perwakilan Kementerian Tenaga Kerja RI, Nur Hidayat Perwakilan IM Japan, Perwakilan Kadisnakertrans Jatim, Kepala Disnaker Kab.Kediri Ibnu Imad,S.Sos, Dr.Sonny Subroto Maheri Laksono, M.Si. Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Kepala OPD, Kacabdin Wil Kediri diwakili Sidik Purnomo, Asosiasi LPK Jatim, LPK Bahasa Jepang dan peserta rekrutmen magang ke Jepang. (Adv)
