
Kediri, Radar Independen – Guna mencetak masyarakat yang memiliki keahlian dan keterampilan membuat roti dan kue dari UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri memberikan pelatihan sebanyak 16 peserta untuk mengikuti pelatihan selama 30 hari kedepan.
Kegiatan pelatihan membuat roti dan kue berlangsung di Kantor UPT Balai Latihan Kerja Kediri Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Jumat (11/4/2025).
Chandra M Trissanthi selaku Instruktur Pelatihan Roti dan Kue BLK Kediri mengatakan bahwa untuk pelatihan pembuatan roti dan kue diberikan materi mulai dari teori dan praktek. Diawali dari dasar pembuatan roti, penggunaan alat dan bahan sampai proses pembuatan.
“Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan pembuatan roti yang boleh digunakan dan bahan yang tidak boleh digunakan. Kemudian, pengenalan alat-alat oven model elektrik digital dan mesin adonan skala besar,” ucap Chandra.
Lanjut Chandra untuk pelatihan pembuatan roti dan kue kali ini. Seperti, ada roti pastry, roti manis dan cookies. Kalau kue basah ada sosis solo, bronies, resoles dan lumpur berbahan dari ubi, tepung dikombinasi dengan waluh.
“Selain itu, kue basah froshroll atau dadar gulung berisi abon. Kue ini yang paling disukai anak-anak,” ucapnya.

Chandra juga berharap peserta bisa mengembangkan keterampilan yang telah mereka pelajari dan mampu berinovasi dengan produk-produk yang mereka buat.
“Setelah diberikan pelatihan ini diharapkan dapat membantu para lulusan BLK Kediri untuk menjadi pelaku usaha kuliner mandiri dan membuka lapangan kerja baru serta bisa meningkatkan perekonomian keluarga,” ungkapnya.
Salah satu peserta Ninik Kusumawati asal Desa Jantok Kecamatan Purwoasri menuturkan keinginan kuat saya mengikuti pelatihan pembuatan roti di BLK Kediri ini agar mendapatkan ilmu dan keterampilan yang maksimal. Disini selain diajari cara pembuatan roti dan kue, juga diajari cara pengemasan dan marketingnya.
“Saya sendiri di rumah sudah punya bisnis usaha roti di rumah, hanya saja begron membuat kue masih kurang. Sehingga saya niat terjun ikut pelatihan disini. Saya saat ini sudah menyiapkan NIB, PIRT hanya tinggal BPOM masih proses. Saya sudah membuat roti dengan nama Aistara Bakery, diambil dari nama anak,” ucap Ninik. (Adv)

