
Kediri, Radar Independen – Melihat perkembangan industri textile dan dunia garmen di wilayah Kediri, Nganjuk dan Blitar sudah mulai menggeliat. Ada peluang bagi peserta yang mengikuti pelatihan menjahit di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri dibawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur.
Melalui UPT BLK Kediri membuka pelatihan kejuruan menjahit pakaian dengan mesin bertempat di kantor BLK Kediri beralamat di Jalan Pare Wates KM 1,5, Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa (11/11/2025).
Pelatihan kejuruan menjahit diikuti 16 peserta masuk angkatan VI tahun 2025, pelaksanaan pelatihan dimulai tanggal 30 Oktober sampai 6 Desember 2025.
Nely Zulfa Novitasari selaku Instruktur Kejuruan Menjahit Dengan Mesin menyampaikan untuk pelaksanaan pelatihan menjahit baru dua minggu lebih masih berkutat teknik dasar menjahit belum masuk ke produk.
“Setelah mendapatkan ketrampilan menjahit yang didapat dari BLK Kediri, peserta bisa terserap di situ sebagai tenaga kerja yang terampil,” ujarnya.
Zulfa juga menambahkan selama pelatihan di BLK Kediri, semua peserta mendapatkan fasilitas gratis mulai dari bahan-bahan menjahit dan diberi seragam selama ikut pelatihan dan mendapatkan fasilitas lainnya.
“Peserta yang ikut pelatihan tanpa dipungut biaya alias gratis dan setiap peserta yang lulus akan menerima sertifikat dari BLK Kediri dan jadwal uji kompetensi setelah ditentukan peserta yang ikut uji kompetensi dari LSP kalau dinyatakan lulus uji kom akan mendapatkan sertifikat dari BNSP,” ujarnya
“Kami berharap nanti setelah peserta mendapatkan pelatihan menjahit bisa bekerja di dunia industri fashion atau ada yang membuka usaha mandiri,” ungkapnya.
Salah satu peserta Eni Novita Sari asal Desa Beringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri menyampaikan yang mendorong ikut pelatihan menjahit karena ada turunan menjahit. Dulunya sudah bekerja menjahit.
“Dengan mengikuti pelatihan menjahit di BLK Kediri ingin lebih menguasai ketrampilan menjahit,” ucapnya.

Menurut Eni untuk pelatihan selama ini sudah mengikuti pelatihan selama dua minggu lebih, awal pelatihan diberi materi keselamatan kesehatan kerja (K3), materi teori dalam menjahit agar tangannya tidak kena jahit dan cara mengukur. Untuk tahap memotong dan menjahit belum diajari.
“Kedepannya setelah mendapatkan pelatihan dari BLK Kediri, kebetulan di rumah sudah ada mesin jahit, akan membuka jasa menjahit sendiri di rumah,” harap Eni.
Menariknya ada salah satu peserta pria bernama Kusnindar asal Desa Kalipang Kecamatan Grogol menyampaikan motivasi ikut pelatihan menjahit di BLK Kediri setelah mendapatkan pelatihan disini.
“Meskipun saya sudah bekerja, dengan pelatihan menjahit di BLK Kediri ini bisa buat pekerjaan sampingan permak baju dan celana di rumah, biasanya tetangga memerlukan itu,” ucap Kusnindar.
Lanjut Kusnindar selama dua minggu lebih sudah mendapatkan pelatihan tentang pola menjahit, cara mengukur kain dan memotong kain yang benar. “Setelah nanti mendapatkan ketrampilan menjahit di sini mau usaha permak di rumah,” ungkapnya. (adv)

