
Kediri, Radar Independen – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri membuka peluang bagi warga Jawa Timur untuk mengikuti pelatihan. Antusias peserta tidak hanya warga Kediri dan Blitar yang mengikuti pelatihan, tetapi juga warga dari Kabupaten/Kota lain di Jawa Timur.
Dengan demikian, warga Jawa Timur memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka, sehingga dapat meningkatkan kemampuan kerja dan daya saing mereka di pasar kerja.
Tahun 2025 memasuki angkatan ke- 5 ini, ada yang berbeda peserta pelatihan pengoperasi mesin produksi, lebih luas tidak hanya dari Kediri dan Blitar saja, tetapi ada yang berasal Ponorogo, Bojonegoro maupun Jombang.
Pelaksanaan Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri menggelar pelatihan Pengoperasian Mesin Produksi pada Gelombang V tahun 2025 berlangsung di kantor BLK Kediri Jalan Kediri Jalan Pare-Wates KM. 1,5 Desa Gedangsewu Kec.Pare Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senen (6/10/2025). Pelatihan kali ini diikuti 16 peserta yang dimulai bulan September hingga Nopember 2025.
Adhi Pranoto,S.Pd.T selaku Instruktur Pengoperasian Mesin Produksi di BLK Kediri menyampaikan memasuki angkatan ke-5 tahun 2025 sangat berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Pasalnya, ada peserta di luar Kediri ini untuk paket jurusan pengoperasi mesin produksi di Jombang, Bojonegoro dan Ponorogo sudah habis dan telat mendaftar sehingga mereka mendaftarkan ke BLK Kediri,” ucap Adhi.
Lanjut Adhi bahwa untuk pelatihan pengoperasian mesin produksi untuk yang diajarkan pengoperasi mesin press, girinda pahat, bangku, pemahaman gambar teknik, keselamatan kesehatan kerja dan kualitas produksi.
“Jadi hasil dari produksi harus dijaga kualitasnya agar menjadi lebih baik. Menariknya lagi peserta pelatihan pengoperasian mesin produksi tanpa dipungut biaya alias gratis,” ujarnya.

Sementara peserta yang dari luar Kediri. Zulfa asal Bojonegoro menyampaikan ikut pelatihan ini tujuannya ingin bekerja ke luar negeri.
Disusul Budi asal Ponorogo menyampaikan sebelumnya sudah bekerja di luar negeri Korea, Taiwan dan Jepang.
“Saya ikut pelatihan ini ingin mendapatkan sertifikat teknisnya dari BLK Kediri dan BNSP untuk berangkat lagi ke luar negeri,” ucap Budi.
Lain lagi dengan peserta M.Wahyudin Nur Amanu (23) asal Desa Semambung Kecamatan Kayen Kidul menyampaikan untuk motivasi saya ikut pelatihan mesin bubut ingin mendalami. Sebelumnya saya sebagai penggiat pembuat game. “Saya ingin mensimulasikan mesin bubut ke dalam sebuah game. Mesin bubut bisa bekerja dalam dunia digital, yang nantinya akan merealisasikan game simulasi dalam bentuk dua dimensi dalam waktu dua tahun kedepan,” ujar Wahyudin. (Adv)

