
Kediri, Radar Independen – UPT BLK Kediri Jalan Pare Wates KM 1,5, Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, Kab Kediri melaksanakan Pelatihan Teknisi AC Residential.
Berlangsung di Kantor UPT Balai Latihan Kerja Kediri Desa Gedangsewu Kabupaten Kediri, Kamis (14/8/2025). Diikuti sebanyak 16 peserta dimulai 14 Juli sampai 28 Agustus 2025 dengan program selama 260 jam pelatihan atau 33 hari.
Fariz Pratama F.Z selaku Instruktur Pelatihan Teknik AC Residential di BLK Kediri mengatakan kegiatan hari ini membongkar outdoor AC konvensional atau AC Split seluruh komponen dan mengecek kebuntuan atau kebocoran.
Kita juga memberikan pelatihan untuk menyambung kerusakan salah satu komponen dan cara memperbaiki kebocoran serta mengecek kontaminan, dimana partikel-partikel yang tidak dikehendaki di dalam sistem.
“Apalagi AC nya model lama kemungkinan kompresornya olie naik dan mengendap kita coba bersihkan,” ucapnya.
Lanjut Fariz untuk materi indoor itu juga mengecek sistemnya dan kelistrikannya belajar mengganti modul universal, dengan harapan AC supaya bisa menyala lagi.
Selanjutnya untuk peserta mendapatkan pelatihan dari BLK Kediri. Ada uji kompetensi yang diujikan yakni memasang unit outdoor dan indoor dan pemipaanya dicopot semua.

Peserta ditugaskan untuk memasang sampai komisioning untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi sesuai dengan spesifikasi dan standar, melakukan vakum sampai AC menjadi dingin. Ada beberapa form yang harus diisi. Apakah pengambilan datanya sudah sesuai kalau belum sesuai ada yang miss.
“Lalu, pemasangan dan membersihkan secara SOP, cara masang covernya dan bagian-bagian yang dibersihkan, saat membersihkan terlihat rapi, apalagi di indoor bisa membasahi dan mengotori tembok hal itu yang bahaya, itu yang diuji,” ujarnya.
Saya berharap setelah mendapatkan pelatihan disini bisa dikembangkan lagi karena teknologi semakin lama semakin berkembang.
“Jadi disini masih pelatihan dasar. Jadi seiring berjalannya waktu teknologi semakin berkembang. Mereka bisa mengembangkan materi disini nanti outputnya mereka bisa bekerja dan mencetak generasi muda mandiri,” ujarnya.
Salah satu peserta Risky asal Desa Sukorejo Ngasem mengatakan setelah lulus sekolah ingin ikut pelatihan servis AC di BLK Kediri untuk bisa menjadi pegangan bekerja.
“Dan hasil kerja dari memperbaiki AC dan kulkas buat menambah penghasilan untuk kehidupan di masa depan, juga untuk uang jajan,” ungkapnya. (Adv)

