Cetak Tenaga Terampil Jahit BLK Kediri Gelar Pelatihan Menjahit di Ponpes Nurul Huda Al-Manshurin Pesantren Kediri

Bagikan

Foto bersama peserta pelatihan kejuruan menjahit pakaian dengan mesin dan instruktur

Kediri, Radar Independen – UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kediri kerjasama dengan Ponpes Nurul Huda Al-Manshurin untuk melaksanakan pelatihan menjahit baju dengan mesin bertempat di Ponpes Nurul Huda Al-Manshurin Dusun Kresek Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (23/5/2025) pagi.

Novita Wulandari,S.Pd selaku Instruktur Pelatihan Menjahit Baju menyampaikan untuk pelatihan menjahit baju pakai mesin kali ini, awalnya peserta dibekali materi membuat pola rok, pola blues, dasar krah kemeja dan jenis-jenis sulaman.

“Untuk masa waktu pelatihan menjahit tahun 2025 yang diikuti 16 peserta ini dilakukan selama 30 hari kedepan dan hari ini sudah memasuki 13 hari,” ucap Novi.

Dijelaskan Novi setelah peserta mendapatkan pelatihan disini, diharapkan peserta bisa membuka usaha sendiri dan nanti ada dari BLK memberikan info lowongan kerja yang ada di pabrik-pabrik tekstil dan garmen.

Saat ini yang ikut pelatihan tahun ini banyak peserta mayoritas masih muda-muda dan bisa mengembangkan pengalaman menjahit di industri garmen.

“Saya berusaha menekankan kepada peserta untuk terus menerus  berlatih dan meningkatkan kualitas jahitan agar halus dan hasilnya memuaskan konsumen,” ujarnya.

Dikatakan Novi setelah mendapatkan pelatihan menjahit di BLK Kediri, akan ada uji kompetensi tetapi masih nunggu Assesor dan jadwalnya.

Novi menambahkan, pelatihan yang diselenggarakan UPT Kediri GRATIS. Tidak ada pungutan kepada peserta. Untuk bahan pelatihan, peralatan pelatihan dan uji kompetensi sudah ditanggung semua oleh pihak UPT BLK Kediri. Tegasnya”

“Ketika nanti dinyatakan lulus dari uji kompetensi dan lulus mendapatkan sertifikat dari BLK dan BNSP, sehingga dengan mendapatkan sertifikat untuk mendapatkan pekerjaan semakin kuat,” ujarnya.

Novi juga berpesan kepada seluruh peserta jangan menyia-nyiakan ilmu yang sudah dapat dari BLK bisa langsung diterapkan dengan usaha jahit sendiri.

“Kalau menunggu lowongan pekerjaan terbatas, apalagi ikut orang lain memang berbeda. Tapi kalau menciptakan dunia kerja sendiri lebih nyaman dan bisa bekerja sambil mengawasi anak di rumah,” ungkapnya.

Peserta pelatihan kejuruan menjahit pakaian dengan mesin melaksanakan kegiatan praktek

Sementara salah satu peserta Atania Bilqisti (18) asal Gurah Kediri mengaku ikut pelatihan menjahit baju ini, ingin menambah ilmu dan pengalaman yang baru dalam hal menjahit baju. Apalagi pembelajaran di sekolah sama BLK berbeda, waktu di sekolah ambil jurusan tata busana juga.

“Dengan ikut pelatihan disini ketika menemui kesulitan bisa tanya langsung ke instruktur dan sharing dengan temen-temen di BLK,” ucapnya.

Lanjut Bilqis untuk saat ini sudah menjalani usaha  menerima jahitan di rumah, untuk beberapa model yang agak sweet juga bisa. “Saya berharap kedepan bisa lancar menjalani usaha ini dan bisa menjahit kebaya serta bisa belajar desain juga,” ungkapnya. (ADV)


Bagikan