
Mojokerto, Radar Independen – Sidak yang dilakukan DPD IKAPPI Mojokerto Raya di Pasar Tanjung, Sabtu (16/11), mengungkap sederet persoalan serius. Meski harga bahan pokok terpantau stabil, para pedagang mengeluhkan omzet yang anjlok akibat sepinya pembeli. Mereka juga menyebut belum pernah mendapat bantuan sosial seperti BLT atau sembako, meski kondisi ekonomi semakin terpuruk.
Ketua DPW IKAPPI Jawa Timur, Agus Susilo, S.Pd menyebutkan bahwa persoalan ini mencerminkan kondisi pasar tradisional di daerah lain. “Pasar tradisional makin terdesak karena belanja online. Belum lagi distribusi bansos yang tidak tepat sasaran, dan fasilitas pasar yang kurang memadai. Ini harus jadi perhatian serius pemerintah,” tegas Agus.
Untuk mengatasi ini, DPW IKAPPI Jatim setelah PILKADA menyiapkan langkah strategis. Di antaranya, mendorong pemerintah daerah menyalurkan bantuan sosial tepat sasaran, memperbaiki fasilitas pasar, hingga melibatkan pedagang dalam pelatihan digitalisasi.
“Setelah momen Pilkada selesai, kami berharap pemerintah daerah yang baru dapat segera mendata pedagang yang belum mendapatkan bantuan sosial dan memastikan mereka memperoleh perhatian yang seharusnya.
Pedagang pasar tradisional yang terabaikan ini harus menjadi prioritas, karena keberadaan mereka adalah bagian integral dari perekonomian daerah. Kami tidak ingin kondisi ini terus berlanjut, dan kami mendesak agar pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan mereka,” tegas Agus. (Red)

