LPPA BINA ANNISA: Benteng Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Pernikahan Dini

Bagikan

Ketua PKK Kecamatan Dlanggu juga mengingatkan, pernikahan dini kerap kali berujung pada masalah besar, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi

Mojokerto, Radar Independen – Tim Penggerak PKK Kecamatan Dlanggu menggelar pleno bertema pencegahan kekerasan terhadap anak dan pernikahan dini, menyusul masih tingginya angka kasus kekerasan anak serta pernikahan di bawah umur. Dalam pleno tersebut, sejumlah tokoh memberikan pandangan terkait upaya membangun generasi yang lebih baik, Jumat (15/11). 

Anis, Direktur Lembaga Pendampingan Perempuan dan Anak (LPPA) Bina Annisa, menyampaikan pentingnya tanggung jawab orang tua terhadap anak. “Anak yang usianya di bawah 12 tahun masih menjadi tanggung jawab penuh orang tua. Sementara itu, anak usia 12-18 tahun sudah bisa mempertanggungjawabkan atas tindakan hukum yang mereka lakukan atau bisa disebut ABH anak berhadapan dengan hukum,” jelasnya.

Senada dengan itu, Sugiantono menegaskan bahwa kualitas generasi muda akan menentukan masa depan bangsa. “Negara akan baik jika anak-anak kita baik. Negara akan baik jika perempuan-perempuan itu baik, dan negara akan baik jika keluarga juga baik,” tegasnya.

Pendidikan tentang bahaya seks bebas juga harus diberikan agar anak terhindar dari hal-hal seperti Married by Accident

Sementara itu, Caca menyoroti pentingnya pendekatan orang tua kepada anak. “Para orang tua harus bisa menjadi sahabat bagi anak, sehingga tercipta komunikasi yang lebih dekat. Dengan demikian, orang tua dapat memantau aktivitas anak, baik di rumah maupun di luar rumah. Selain itu, pendidikan tentang bahaya seks bebas juga harus diberikan agar anak terhindar dari hal-hal seperti Married by Accident atau kehamilan di luar nikah,” tuturnya.

Ketua PKK Kecamatan Dlanggu juga mengingatkan, pernikahan dini kerap kali berujung pada masalah besar, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, maupun ekonomi. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berperan dalam mengedukasi dan melindungi anak-anak dari ancaman pernikahan dini.

Dalam pleno ini, diharapkan ada komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak, melindungi mereka dari kekerasan, serta mencegah terjadinya pernikahan dini. “Kita harus bergandengan tangan demi masa depan anak-anak kita, karena mereka adalah investasi bangsa,” pungkasnya. (DV)


Bagikan